PROFILE

Foto saya
absurd | little bit crazy | ♥ @emb_bara |

Jumat, 12 Juli 2013

#RamadhanBercerita3 : Dibalik Frekuensi

Assalamualaikum..
eh blog saya ganti tema, jadi lebih simpel. headernya juga simpel banget
oke, itu tadi sedikit intermezo

#RamadhanBercerita sudah sampai hari ketigaaaa ~~
kali ini mau cerita soal film yang saya tonton beberapa bulan lalu ._.
baru kepikiran buat cerita, soalnya bingung mau cerita soal apa di #RamadhanBercerita hari ketiga ini.

Jadiiiiiiiiiiiiiiiiiii, film yang saya tonton itu judulnya "Dibalik Frekuensi"
film ini tuh film dokumenter yang merupakan salah satu proyek Cipta Media Bersama yang bekerja sama dengan organisasi non provit, yang saya inget tuh Wikimedia dan AJI. Pada tau AJI gak? AJI tuh Aliansi Jurnalistik Independen, bukan Anak Juragan Peci, pffffft -_-
Film ini  menceritakan keadaan media di Indonesia. Diceritakan dalam film itu kisahnya Luviana, yaitu wartawan metro tv yang udah kurang lebih 10 tahun kerja di metro tv yang dipecat gara-gara mempertanyakan sistem manajemen yang menurut dia tidak memihak pegawai.



Dalam film ini diperlihatkan perjuangan Luviana yang mencari keadilan dengan melakukan berbagai cara, mulai dari demonstrasi, sampai melakukan hearing sama Surya Paloh langsung. Selain cerita sual Luviana, ada juga kisahnya pak Hari Suwandi sama pak Harto Wiyono. Dulu pernah denger berita soal korban lumpur  lapindo yang berjalan kaki dari sidoarjo ke jakarta buat ketemu sama pak SBY gak? ya mereka berdua ini  orangnya. Mereka juga berjuang buat mencari keadilan, selama perjalan mereka, mereka di cover banyak media. Sebulan lebih waktu yang mereka perluin buat bisa sampe di jakarta :')
Selama perjalanan mereka kayaknya keliatan banget kalo sebel sama ARB, tapi setelah sampai di jakarta, dan dihadirkan dalam acara apa kabar malam, inilah yang terjadi .....


gabisa insert video lewat youtube nih, gatau kenapa. -_-
jadinya saya kasih linknya aja, biar kalian bisa liat. soalnya kalo diceritain yang ada bikin emosi -_-
gausah takut, klik aja, itu bukan videonya arya wiguna, atau jaremy teti nyanyi bbm campuran kok, apalagi video bokep ._.
gimana yang udah liat? emosi gak? saya yang liat langsung emosi seketika, sumpah serapah pun keluar dari mulut saya. ini nggak lebay, emang kenyataannya bikin emosi -_-

Selain menceritakan Luviana dan pak Hari Suwandi, film Dibalik Frekuensi ini juga menceritakan soal konglomerasi media yang ada di Indonesia. Konglomerasi media itu pemusatan kepemilikan media, jadi sekian banyak media yang ada di Indonesia baik koran, televisi dll itu cuma dikuasai oleh sama beberapa orang aja. Kalo ga salah cuma dikuasain sama 12 orang aja, yang bisa bikin berita di media itu jadi ga objektif karena dipengaruhi sama faktor kepemilikan media.

Buat yang penasaran sama film ini, nih saya kasih link trailernya, soalnya film ini ga tayang di bioskop. Kalo memang mau nonton harus ngedatengin orang AJI, harus ada diskusinya dan lain-lain.


Yang perlu diinget nih,"media tuh ga sebatas apa yang kita lihat di televisi dan kita baca di koran, pikir dua kali sebelum mencerna secara langsung apa yang disajikan oleh media" :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar